Thursday, April 29, 2010

FESTIFAL BENIH PADI PETANI “ Mengembalikan Hak Petani Atas Benih Padi ”



Peningkatan jumblah produksi dan distribusi produk (beras) dalam kebijakan keamanan pangan diwujudkan dalam pembangunan pertanian yang mengadopsi sistem revolusi hijau. Sejak awal model ini sengaja didesain untuk mengatasi persoalan pangan khususnya beras, sehingga dikembangkan jenis-jenis padi yang berumur pendek (cepat panen), produksinya tinngi dan tahan terhadap hama penyakit. Berbagai jenis padi unggul banyak jenis varietas yang beredar seperti IR 64, Sintanur, Membramo, Cisedane, Ciherang dan lainnya. Karena kondisi inilah yang menyebabkan petani kehilangan hak dalam mengelola sumberdaya benih lokal yang ada di wilayahnya.
Secara tradisional petani punya ilmu dan pengalaman dalam mengembangkan dan mengelola lingkungannya secara berkelanjutan. Benih sebagai sumber kehidupan selalu dijaga dan diupanyakan terus tersedia di tingkat petani. Meskipun sederhana petani selalu memperhatikan prinsip dasar dalam membuat benih, yaitu asal usul benih harus jelas (tua sehat, produktif). Seleksi ketat dilakukan dilahan (pengamatan CVL-campuaran varietas lain setiap fase ) sampai pada panen dan penanganan pasca panen.
Rabu, 28 April 2010 di rumah Supar Ketua Kelompok Among Tani Dusun Pucangan Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi di adakan acara FESTIVAL BENIH PADI PETNI dengan tema “ Mengembalikan Hak Petani Atas Benih Padi ” acara ini di hadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Ngawi dwi sucipto, Nara Sumber Sugiyem dan Surati (wakil indonesia belajar pertanian di philipina) dan para kelompok tani yang ada di Ngawi, acara ini di selenggarakan berdasarkan kerjasama LSM, GITA PERTIWI, KRKP, Kelompok Tani dalam acara ini Sugiyem menyampaikan tentang bagaimana membuat benih sendiri dan surati menyampaikan tentang bagaimana menyilangkan padi yang ia dapat saat belajar di pliliphina, selain mendapat pengetahuan acara ini juga merupakan ajang tukar-menukar benih padi antara kelompok satu dengan yang lainnya yang belum bersertifikat.
Dengan adanya penyuluhan seperti ini diharapkan : petani bisa mengembangkan dan memproduksi benih yang berkualitas untuk kebutuhan sendiri, klompok dan lingkungannya. kedua : adanya alternative pengelolaan benih tingkat kelompok untuk mencukupi kebutuhan benih secara berkelanjutan. ketiga : adanya keberpihakan instansi terkait dalam pengelolaan benih oleh petani.(petruk/huda)

Wednesday, April 28, 2010

ORINTASI WAWASAN KEBANGSAAN (WASBANG) KABUPATEN NGAWI



Selasa 27 april 2010 dilanakan acara Orientasi Wawasan Kebangsaan(wasbag) di lantai 2 ruang Bhina Praja Sekertariat Daerah Kabupaten Ngawi, pada kesempatan tersebut Kepala Badan KESBAG POLINMAS yang diwakili oleh Sekertaris Badan dalam sambutanya menyatakan bahwa Wawasan Nusantara penting di pahami oleh generasi muda pada umumnya karena merekalah nantinya yang akan menjadi pemimpin masa depan bangsa.
Acara tersebut dihadiri oleh para siswa SLTA( sekolah menengah atas) yang kurang lebih berjumblah 150 siswa, yang tediri dari SMK(karang jati, bringin, geneng, paron dan 2 kandangan) SMA (kasreman, PGRI, 2, MAN( ngawi, paron), pada kesempatan tersebut disampaikan dua materi yang diharapkan dapat di pahami dan dimengerti oleh para peserta, umumnya para remaja yaitu tentang penyadaran hukum terhadap kenakalan remaja dalam kaitanya dengan penyalah gunaan narkoba dan informasi transaksi elektronik.
Materi disampaikan oleh Dosen Universitas Merdeka (UNMER) Madiun Sarjiyanti SH. MH. Dalam kesempatan tersebut disampaikan macam-macam tentang bagaimana berbahayanya narkoba bagi masa depan generasi muda, sebab jika narkoba ini disalahgunakan penggunanya tentu akan merugikan semua fihak baik bagi sipengguna maupun masyarakat, Bangsa dan Negara. Selain itu materi yang disampaikan juga tentang undang-undang no 11 tahun 2008 tenteng Informasi dan Transaksi Elektronik, yang intinya bahwa transaksi elektronik merupakan perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jejaring komputer dan atau media elekronik lainnya. Perbuatan transaksi elektronik yang menyebabkan kerugian bagi orang atau badan dapat dikenakan sanksi baik perdata maupun pidana, dan selain itu Teknologi informasi saat ini menjadi pedang bemata dua, karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahtraan, kemajuan dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum.
Dan diakir pidatonya sekertaris badan menyampaikan dengan di adakanya acara seperti ini di harapkan para pelajar dapat mengerti betapa bahayanya menggunakan narkoba dan dapat memilih perbuatan yang berguna dan yang tidak berguna dalam menggunakan transaksi elektronik.(sugeng/huda)

Tuesday, April 27, 2010

Pembahasan Draf Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) Kabupaten Ngawi


”Menurunkan jumlah penduduk miskin bukan pekerjaan yang mudah, karena masalah kemiskinan berkaitan dengan beberapa aspek, yaitu rendahnya tingkat pendapatan, gizi, kesehatan, pendidikan, dan rentan terhadap kondisi sosial ekonomi maupun politik, sehingga dibutuhkan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang komprehensif”. Begitulah kata sambutan yang diucapkan bapak Sekda H. Mas Agoes Nirbito dalam acara rapat pembahasan dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Ngawi pada tanggal 27 April 2010 di aula gedung PKK Kabupaten Ngawi.
Rapat yang dihadiri oleh semua pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah se-Kabupaten Ngawi dan pimpinan LSM ini bertujuan untuk memberikan gambaran relistis terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat miskin, memberikan alternatif langkah-langkah strategis untuk mengurangi kemiskinan dan memberikan acuan untuk melakukan program pengurangan kemiskinan di Kabupaten Ngawi. Rapat ini adalah salah satu bentuk kinerja pemerintah daerah untuk menuju kemakmuran Kabupaten Ngawi. (art)

BAKOHUMAS DI DESA GIRIKERTO



Uang adalah penting tetapi di zaman sekarang komunikasi dan informasi merupakan roh dalam kehidupan umat manusia. Diperlukan ketrampilan dalam berkomunikasi untuk memperoleh informasi yang tepat dan akurat. Selasa, 20 April 2010 di Balai Desa Girikerto, Kecamatan Sine diselenggarakan Kegiatan Bakohumas untuk masyarakat desa Girikerto dan Ngrendeng yang dimotori oleh Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Ngawi. Acara yang bertujuan untuk memberikan informasi dan penyuluhan dengan mempertemukan unsure masyarakat dengan dinas dan atau badan publik di lingkungan pemerintah Kabupaten Ngawi.
Masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut cukup antusias mendengarkan paparan dari Kepala Dinas UKM dan koperasi, Dinas Perikanan dan Peternakan, dan Bank Jatim. Dinas Dinas Perikanan dan Peternakan yang diwakili oleh Bapak Darijono, memaparkan bahwa peternakan di kabupaten Ngawi mampu mendukung pertanian sehingga tercipta sistem pertanian yang terintegrasi yaitu hasil kotoran dari ternak dapat diproduksi menjadi pupuk organik yang digunakan untuk pupuk tanaman pertanian. Dengan demikian diharapkan beberapa tahun mendatang Ngawi menjadi sentra pertanian organik, dimana pertanian organik merupakan pertanian yang ramah lingkungan dan mampu menekan biaya produksi tetapi menghasilkan hasil yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. Dalam kesempatan ini masyarakat disarankan untuk memilih bibit ternak yang berkualitas dan cepat menghasilkan, sebagai contoh untuk ternak sapi sebaiknya memilih bibit sapi limusin, brahman, untuk kambing adalah kambing boor.
Sedangkan dari dinas UKM dan Koperasi dalam paparannya berkonsentrasi pada masyarakat yang bekerja dalam bidang jasa seperti bengkel, pedagang dan home industri. Diharapkan masyarakat membentuk kelompok-kelompok atau koperasi untuk mempermudah dalam mengajukan permohonan kredit. Masyarakat dapat memperoleh informasi pemasaran produk dan ketrampilan dalam home industri di dinas UKM dan Koperasi.
Modal kerja merupakan hal yang penting, untuk itu dihadirkan narasumber dari Bank Jatim. Dalam kesempatan ini Bank Jatim memaparkan informasi kredit yang dapat diambil oleh masyarakat dalam menunjang usahanya. Secara jelas masyarakat memahami produk-produk keuangan dari bank Jatim dan teknis pengajuannya.
Acara ini ditutup dengan dialog Tanya jawab, masyarakat antusias menanyakan permasalahan yang dihadapi untuk mendapatkan solusi dari dinas yang berwenang. Salah satu diantaranya pertanyaan Bagaimana teknis pembudidayaan lele di daerah Girikerto yang kondisi udaranya dingin? Jawaban dari dinas perikanan dan petrnakan adalah secara umum teknik pembudidayaannya sama dengan di daerah yang panas. Dan untuk usaha peternakan lele disarankan para peternak membuat kelompok pembudidaya lele secara mandiri. Dengan kelompok-kelompok masyarakat mudah dalam memperoleh pinjaman kredit dari pemerintah maupun lembaga keuangan.
Dalam jawaban pertanyaan peserta atas permasalahan jaminan dalam pengajuan kredit, perwakilan bank Jatim menjelaskan bahwa pengajuan kredit dapat dilakukan dengan membentuk kelompok, jadi beberapa orang bergabung untuk mengajukan pinjaman dan setiap anggota kelompok menanggung bersama pinjaman tersebut. Dan dalam pengajuan kredit kelompok jaminan dapat diberikan oleh sebagian anggota saja, jadi anggota yang tidak mempunyai jaminan dapat ditanggung oleh anggota yang mempunyai jaminan.
Dari kegiatan ini merekomendasikan kepada masyarakat untuk membentuk kelompok tani maupun kelompok ternak untuk meningkatkan usahanya dan memperoleh pinjaman modal. (Arthur/Wawan/Isni)

Monday, April 26, 2010

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Ngawi Dengan Acara Penyampaian Visi, Misi Dan Program Calon Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten



Penyampaian visi dan misi Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan maju dalam pemilihan 12 Mei mendatang, difasilitasi oleh DPRD Kab. Ngawi dalam paripurna istimewa yang dihadiri oleh Bupati Ngawi,Anggota Dewan, Anggota Muspida Kab. Ngawi, Dan Yon Armed 12 di Ngawi, Kasi Base Ops. Lanud Iswahyudi, Sekda Kab. Ngawi, Staf Ahli/Asisten Sekda/ Kepala Dinas/ Bagian/ Kantor/ Badan dan Direktur lingkup Pemkab. serta Muspika se Kabupaten Ngawi, Kepala Dinas/ Instansi Vertikal Ngawi, Ketua KPU Kab. Ngawi, Ketua Banwas Pemilu Kada Kab. Ngawi, Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Calon Kepala Daerah periode 2010-2015 beserta Tim Kampanye pendukung masing-masing calon, Ibu-Ibu Pengurus Dharma Wanita Persatuan/Persit Kodim /Persit Armed / Bhayangkari / PKK dan Organisasi Profesi Fungsional di Ngawi, Para Tokoh Masyarakat, Parpol, Ormas, LSM Serta seluruh Undangan dan Wartawan di Ruang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kab. Ngawi, Minggu (25/4) kemarin.
Dalam pembukaan paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Ngawi menyatakan bahwa
• U.U. No. 32 Th. 2004 Pasal 66 (ayat 3) huruf f. Tentang tugas wewenang DPRD dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah menyelenggarakan Rapat Paripurna untuk mendengarkan penyampaian Visi, Misi dan Program dari pasangan calon Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah.
• PP. No. 6 Th. 2005 Pasal 55 (ayat 4). hari pertama Kampanye dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Dengan acara penyampaian Visi, Misi dan Program dari Pasangan Calon secara ber urutan dengan waktu yang sama tanpa dilakukan dialog.
bagi Kabupaten Ngawi ini hari bersejarah sebab, pada rapat paripurna istimewa dalam rangka penyampaian visi dan misi calon Kepala Daerah dapat dilaksanakan di gedung DPRD Ngawi.
Dan dalam penyampaian visi dan misi ini, agar proses teratur ini kelima pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah masing-masing calon diberikan waktu 20 menit, dan masing-masing menyampaikan visi dan misi secara berurutan dari pasangan nomer urut 1 sampai pasangan nomer urut 5.
Dalam penyampaian Visi dan Misi, calon pasangan pertama, Tris Suyono S,Pd (Mas Tris) dan Suramto,Ssos,Msi, menambahkan dari sektor pertanian memfokuskan pada pengadaan pupuk dan yang lebih penting untuk pengadaan air yang permanen sehingga untuk ke depan ngawi bisa memanfaatkan air dari sungai. Di sisi lain pasangan ini juga melihat pada sektor pariwisata yang cukup potensial dikembangkan sebagai contoh potensi monumen suryo yang belum tergali secara maksimal.
Sementara itu untuk calon pasangan kedua Rosyid dan Amsiyah dalam visi dan misinya membawa ngawi akan jauh lebih baik, masyarakat lebih sejahtera dan mandiri dengan penyelenggara pemrintahan dan pembangunan berbasis pertanian yang lebih bersih dari korupsi.
Untuk pasangan ketiga calon pasangan Ir. Budi Sulistyono dan Ony Anwar dalam visi dan misi merangkum bahwa pembangunan di fokuskan ke arah sektor pedesaan sehingga pembangunan-pembangunan yang cukup besar sudah tidak ada lagi di kota
Pada urutan berikutnya pasangan nomer empat calon pasanganMaryudhi Wahono, SE, MM dan Suratno, B.Sc dengan visinya terbentuk pemerintahan yang bersih berlandaskan iman dan takwa menjaga kesejahteraan Kabupaten Ngawi. Dalam misinya pemerintahanan yang bersih, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan ketahanan pangan dan pembangunan daerah, pembedayaan UKM, peningkatan sarana prasarana dan infastruktur pertanian menuju industrilisasi.
Dalam penyampaian visi dan misi nomer urut lima calon pasangan Hj. Ratieh Sanggarwaty, SE Dan H. Khoirul Anam Mu’min, SH, Mhi untuk mewujudkan Kabupaten Ngawi adil dan makmur, berbudaya dan agamis serta mengoptimalisasi pemerintah daerah Kabupaten Ngawi dengan mengembangkan pemerintah daerah yang responsif, akuntabilitas, transparan, partisipatif, dan professional sehingga terwujud layanan yang prima. Dari pasangan ini juga menambahkan akan membangun pelayanan terpadu satu pintu dengan tepat sarat, tepat waktu dan tepat biaya, dari sektotr pariwisata mendapat sorot yang cukup kuat oleh pasangan ini karena diharapkan akan menyuntik PAD Kabupaten Ngawi.
Setelah penyampaian visi, misi dan program calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah kabupaten Ngawi periode 2010- 2015 Ketua DPRD Kabupaten Ngawi menyampaikan dengan harapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Ngawi terpilih, Nantinya Dapat mewujudkan Visi, Misi dan Program yang telah disampaikan sehingga Kebupaten Ngawi menjadi lebih maju lagi sesuai Moto Kab Ngawi “BERSEMANGAT”, yaitu, : Bertaqwa, Sejahtera, Mandiri, Gotong Royong Aman dan Tertib.(petruk)

JALAN SEHAT PETUGAS SENSUS



Pada tahun 2010 ini, BPS kembali melaksanakan kegiatan Sensus Penduduk 2010 (SP 2010). Sensus Penduduk merupakan kegiatan yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan karena data yang didapat berupa data kependudukan yang dapat menggambarkan keadaan penduduk Indonesia hingga wilayah administrasi terkecil.
Sebelum melaksanakan tugasnya, yang akan di laksanakan pada tanggal 1-31 Mei 2010 di seluruh Indonesia, khusus Ngawi dimajukan tanggal 24-31 Mei dikarenakan pemilukada. Minggu, 25 April 2010 di Depan Kantor Bupati diadakan acara Jalan Sehat yang dibuka langsung oleh Bupati Ngawi Dr. H. Harsono dengan pesertanya yaitu petugas sensus Ngawi yang berjumlah 2163 yang tediri dari 1569 PCL(petugas pencacah lapangan), 523 Kortim(koordinator Tim), 53 Korlap(Koordinator Lapangan) dan19 KSK(Koordinator Sensus Kecamatan).
Sensus Penduduk 2010 adalah sensus ke-6 setelah Indonesia merdeka yang akan dilaksanakan pada tahun 2010. Acuan yang digunakan dalam pelaksanaan Sensus Penduduk adalah UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, dan Rekomendasi PBB (United Nations).Cara pencacahan yang dipakai dalam Sensus Penduduk 2010 adalah kombinasi antara de jure dan de facto.
Berbeda dengan kegiatan BPS pada umumnya, Sensus Penduduk adalah kegiatan besar yang membutuhkan peran serta banyak pihak termasuk seluruh komponen masyarakat. Hal ini karena data hasil Sensus Penduduk merupakan data pijakan bagi program-program pemerintah yang berkelanjutan. Merupakan tantangan yang besar bagi BPS untuk dapat memberikan advokasi kepada masyarakat agar mendukung semua tahapan kegiatan SP2010 dan memastikan bahwa data SP2010 merupakan sumber data dasar kependudukan yang kredibel. Oleh Karena itu,Pastikan Anda Dihitung!(huda)

Sunday, April 25, 2010

UPACARA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE-14 TAHUN 2010



Di Halaman Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Senin, 26 April 2010 dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 14 Tingkat Kabupaten Ngawi. Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Ngawi dr. H. Harsono. Upacara dihadiri oleh unsur muspida, Sekretaris Daerah dan Para Asisten, Para Kepala SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) di lingkungan Pemkab Ngawi serta para Camat dan diikuti oleh Satuan POL PP, karyawan/ti di lingkungan Setda.
Dalam amanatnya Inspektur upacara antara lain mengatakan, pada hari Minggu tanggal 25 April 2010 berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri RI secara serentak di seluruh Indonesia dilaksanakan Hari Otonomi Daerah yang mulai tahun 2008 dijadikan agenda nasional setiap tahun. Penetapan hari otonomi daerah ini berdasarkan KEPPRES No. 11 Tahun 1996 tentang Otonomi. pada tahun 2010 ini peringatan mengambil tema ”DENGAN SEMANGAT OTONOMI DAERAH, KITA TINGKATKAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH MENUJU TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK” tema ini sangat relevan dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dewasa ini yang menuntut pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat secara optimal agar tujuan negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai.
Gubernur jawa timur dalam sambutanya yang di bacakan oleh inspektur upacara menyampaikan beberapa hal, yaitu:
1.marilah kita jabarkan pelaksanaan prinsip otonomi daerah dan desentralisasi melalui peningka
tan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
2.marilah kita tingkatkan sinergi, harmonisasi dan keserasian dalam penyelenggaraan urusan
pemerintah antar pemerintah.
3.kepada daerah kabupaten/kota yang menyelenggarakan pemilu untuk senantiyasa
melakukan tugas pokok dan fungsi masing-masing secara optimal sesuai peraturan
perundang-undangan.

Thursday, April 22, 2010

SOSIALISASI UU RI NO. 21 TAHUN 2007 DAN PENYEGARAN UU RI NO. 23 TAHUN 2004



Pada hakekatnya Pembangunan Nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan Bangsa diperlukan suasana yang aman, tenteram dan sejahtera, sudah barang tentu diawali dari suasana keluarga yang harmonis terbebas dari segala tindak kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang baik terhadap perempuan , anak dan laki – laki.
Untuk itu, upaya mencegah segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang dirasa dari tahun ke tahun makin meningkat secara konsisten dan signifikan, Ketua Panitia H. Sukaton, M.Pd. selaku Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana menggelar acara Sosialisasi Undang – undang RI Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dan Penyegaran Undang – undang RI Nomor 23 Tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sosialisasi ini dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rabu 21 April 2010 di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi. Hadir pula dalam acara tersebut, Bupati Ngawi dr. H. Harsono, Kepala Badan/Dinas/Kantor/Bagian, Camat, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Ngawi, Narasumber Sri Wahyuningsih, SH.M.Pd. dari Universitas Brawijaya Malang dan Organisasi wanita se-Kabupaten Ngawi serta undangan lainya.
Bupati Ngawi dalam sambutanya sekaligus membuka acara ini, menyampaikan bahwa Tindak Pidana perdagangan orang dapat mengancam kelangsungan hidup suatu bangsa dengan korban khususnya kaum perempuan dan anak maupun laki – laki merupakan tindakan yang bertentangan dengan harkat dan martabat manusia serta melanggar hak asasi manusia yang telah meluas dalam bentuk jaringan kejahatan yang terorganisasi baik bersifat antar negara maupun dalam negara, baik oleh pelaku perorangan maupun korporasi sehingga harus dicegah sejak dini.
Selanjutnya Bupati Ngawi juga menyampaikan memperbaiki keadaan suatu bangsa harus dimulai dari meningkatkan kualitas keluarga. Kondisi keluarga yang labil akan mudah terombang – ambing oleh keadaan yang terjadi di sekitarnya. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Tindak Pidana Perdagangan Orang, pada umumnya tidak lepas dari kondisi keluarga dimana seseorang dididik dan dibesarkan. ”Mudah – mudahan Sosialisasi ini akan menjadi suatu format seluruh rumah tangga untuk mengatur kehidupannya secara baik”, harap Beliau. (edo)

Wednesday, April 21, 2010

SOSIALISASI PELAYANAN PUBLIK



Dalam era otonomi ini, “masyarakat bukanlah menjadi obyek namun diposisikan menjadi mitra, dan Pemerintah benar – benar menjadi pelayan masyarakat, sehingga harus ada transformasi di lingkungan Birokrasi untuk melaksanakan tugasnya sebagai pelayan yang baik pada masyarakat, “ungkap Bupati Ngawi dr. H. Harsono disaat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Undang – undang nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik, dan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur nomor 11 Tahun 2005 tentang pelayanan Publik.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Komisi Pelayanan Publik Propinsi Jawa Timur bertempat di Aula PT. Bahana Ngawi Perkasa Jl. Trunojoyo No.19 Ngawi, Selasa 20 April 2010. Hadir pula dalam acara ini Ketua Komisi Pelayanan Publik (KPP) Muhammad Khoirul Anwar, S.Sos., M.Si, Seluruh Tokoh Masyarakat, Pelajar dan tamu undangan lainnya. Sosialisasi Pelayanan Publik ini merupakan kegiatan rutin Komisi Pelayanan Publik yang diadakan setiap tahun, kebetulan ditahun 2010 ini digelar di Kabupaten Ngawi, dengan harapan masyarakat dapat berpartisipasi demi membangun pelayanan publik yang baik di Jawa Timur.
Bupati Ngawi juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Ngawi, telah membuat Perda Transparasi dengan Program Prakarsa Pembaharuan Tata Pemerintahan Daerah (P2TPD), melalui Perda Transparasi tersebut seluruh kegiatan aktifitas penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Ngawi telah terukur, sehingga masyarakat mengetahuinya.
Lebih lanjut Bupati Ngawi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngawi membuka website yang bisa diakses setiap saat, juga adanya Forum 17, setiap tanggal 17 mengundang seluruh elemen masyarakat terutama para wartawan dan seluruh lembaga swadaya masyarakat di rumah Dinas Sekertaris Daerah untuk mengevaluasi dalam kurun satu bulan, atau ada suatu informasi dari masyarakat tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten, kemudian akan ditindaklanjuti dalam rapat – rapat Dinas oleh Sekertaris Daerah, selanjutnya disampaikan pada seluruh Satker untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Disamping itu juga adanya GAUL yang membuka akses Informasi Publik,(GAUL) Galakkan Akses Informasi untuk meningkatkan Pelayanan Publik di Kabupaten Ngawi yang dikoordinasi Bagian Tata Pemerintahan umum, juga melalui Radio Suara Ngawi dengan dialog interaktif setiap hari senin.
Pemerintah Kabupaten Ngawi telah mendapatkan reward dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur, 8 April Kemarin, tentang Pelayanan Publik dalam satu atap yang terbaik di Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Ngawi harus benar-benar menjadi pelayan sejati, dari tahun ke tahun ada suatu perubahan dari pola pikir Birokrasi, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan, diharapkan setelah masyarakat mendapatkan suatu akses Informasi pelayanan publik maka setiap Satker harus mempunyai kemauan untuk melayani publik sebaik-baiknya yakni tepat waktu, informasi harga, syaratnya harus mudah dan ini menjadi komitmen dari Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Dalam menutup sambutannya, Bupati Ngawi berharap kepada seluruh Satker yang ada di Kabupaten Ngawi, untuk menjadi pelayan, “tidak boleh mudah tersinggung, ngambek, tidak punya senyum, apalagi tidak pernah memberikan kata ma’af”, ini lebih susah lagi. Dengan demikian, internal Satuan Kerja Tehnis di Pemerintah Kabupaten Ngawi, marilah kita melayani dengan sepenuh hati, jadikanlah masyarakat ini bukan sebagai obyek tapi benar – benar menjadi mitra, karena kita ini merupakan bagian masyarakat, apabila pelayanan baik, maka masyarakat akan puas, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh, tegas Beliau. (edo)

Tuesday, April 20, 2010

PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE-48 SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT



Seluruh Karyawan/wati di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi telah mengikuti upacara memperingati Hari Ulang Tahun ke-48 Satuan Perlindungan Masyarakat. Upacara ini dilaksanakan secara khitmad di halaman Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Senin 19 April 2010.
Dalam kesempatan ini Bupati Ngawi dr. H. Harsono selaku Pembina Upacara, membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, diantaranya mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke-48 kepada jajaran anggota Sat Linmas, dengan harapan semoga dengan bertambahnya usia, bertambah pula tingkat kedewasaan dan kualitas serta kuantitasnya dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat yang serba dinamis sesuai dengan tuntutan kebutuhannya.
Pengertian hari ulang tahun Sat Linmas kali ini mengambil tema “Satuan Perlindungan Masyarakat Siap Mendukung Suksesnya Penyelenggara PILKADA Tahun 2010”. Tema ini sangat tepat dikaitkan dengan eksistensi Sat Linmas selama ini sebagai pengamanan langsung yang merupakan bagian dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), mengingat pada tahun 2010 akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) di 244 daerah Provinsi Kabupaten dan Kota.
Dalam Pelaksanaannya Sat Linmas di tingkat Desa/Kelurahan, anggotanya terbentuk dari pengorganisasian masyarakat. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangun masyarakat dalam bentuk kesadaran bela Negara yang bersifat kemanuasian, sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945 pasal 27 ayat (3), bahwa semua warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
Penyelenggaraan perlindungan masyarakat merupakan urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi Kabupaten dan Kota. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah khususnya dalam penjelasan pasal 13 dan 14 ayat (1), sehingga program perlindungan masyarakat perlu terus diberdayakan dan ditingkatkan perannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dalam menunjang program Pemerintah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, penanggulangan bencana serta ikut memelihara ketentraman dan ketertiban umum baik dalam kegiatan sehari-hari maupun terlibat dalam Pengamanan Penyelenggaraan Pemilu baik Legislatif, Presiden/Wakil Presiden maupun Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.
Dalam rangka menghadapi Pilkada 2010 yang akan diselenggarakan secara serentak di 244 Daerah Provinsi Kabupaten dan Kota yang meliputi pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, Sat Linmas harus meningkatkan kesiapsiagaan di daerah, agar dapat tercipta situasi yang kondusif serta terwujudya rasa aman dan tenteram di masyarakat. Kementerian Dalam Negeri melalui Surat No.331.1/248/SJ tanggal 29 Januari 2010 tentang Peningkatkan Kesiapsiagaan dan Keterlibatan Sat Pol PP dan Sat Linmas dalam penyelenggaraan Pilkada 2010 memerintahkan kepada seluruh jajaran Sat Linmas untuk terlibat secara aktif sebagai Pengamanan Langsung (Pamsung) yang merupakan bagian dari kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah 2010 dan diharapkan senantiasa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan jajaran TNI dan Kepolisian. (edo)

Monday, April 19, 2010

SIMULASI PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAHKABUPATEN NGAWI



Sebentar lagi Ngawi akan mengadakan Pesta Demokrasi Besar (pemilukada), untuk itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara harus berkerja keras untuk mewujudkan Pemilukada yang bersih dan jujur, Untuk mewujudkan hal tersebut Rabu, 14 April 2010 di Gedung Eka Kapti, telah dilakukan acara simulasi pemungutan dan penghitungan suara.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh ketua kpu, mupida, ppk (kecamatan) dan pps (desa) dalam acara yang berlangsung kurang lebih 4 jam itu berjalan dengan aman dan tertib dan dilakukan layaknya pemilukada sungguhan. di dalam simulasi itu terdapat berbagai macam cara untuk menanggulangi berbagaimacam masalah yang biasa terdapat dalam pemilukada.
Dalam sambutanya ketua kpu (sunarto) menghimbau,” Dengan adanya simulasi seperti ini diharapkan para petugas pemilukada dapat menjalankan tugas dengan baik dan benar, dan dapat menyamakan pendapat/persepsi dari tingkst kecamatan sampai desa,”sesuai yang telah dipelajari dan diperagakan dalam acara tersebut.(huda)

TRANSPARANSI BERMUARA PADA PENINGKATAN LAYANAN PUBLIK




Pemberlakuan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dilingkup birokrasi dan institusi, membuka ruang bagi transparansi yang menyangkut pelayanan Publik. Meskipun demikian “UU KIP bukan berarti memberikan informasi yang sebebas-bebasnya. Namun masih ada batas pengecualiannya. Jadi akan berjalan sinergi”. “Informasi diperoleh dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan dan cara yang diterapkan untuk mengakses sederhana. Itulah Keunggulan KIP nantinya,” tegas Suprawoto, Staf ahli Menkominfo Bidang Sosial, Budaya dan Peran Masyarakat dalam Rapat Koordinasi Kehumasan yang diselenggarakan Pem. Kab. Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Jum’at 16/4/2010 kemarin.
Pada kesempatan yang sama, Arswendo Atmowiloto yang juga hadir dalam rapat tersebut menuturkan,”Bahwa, Keterbukaan di kalangan pemerintah perlu ditumbuh kembangkan. Keleluasaan dan kemerdekaan berkreasi itu merupakan aspek logis untuk menata transparansi birokrasi dan institusi. Sistem keterbukaan yang terkelola dengan maksimal akan bermuara pada peningkatan layanan publik”. Sementara itu General Manager Radar Madiun Aris Sudanang mengatakan, ”Dibutuhkan Penyelarasan hubungan media massa dan birokrasi untuk mendorong efektivitas pelaksanaan UU KIP. Birokrasi akan Tumpul tanpa menggandeng media sebagai pewarta ke masyarakat”.
Acara yang menghadirkan Staf Ahli Menkominfo Suprawoto, Budayawan Arswendo Atmowiloto, GM Radar Madiun Aris Sudanang dan Daniel Tito owner majalah Genta Sebagai Narasumber utama, merupakan pengalaman yang pertama sekaligus menjadi sesuatu yang tidak terlupakan. Apresiasi tentu diharapkan kegiatan-kegiatan semacam itu akan terus berjalan di tahun-tahun mendatang. “Akan sangat Bagus bila tahun-tahun mendatang bisa dilaksanakan lagi, khususnya di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi”, tandas Eko Purnomo Kabag Humas Setda Kab. Ngawi Selaku Ketua Panitia Kegiatan. Saking senangnya, Agoes Nirbito Sekretaris Daerah (Sekda) juga turut Nimbrung di moment tersebut. Suasana Akrab dan Penuh Candapun begitu terlihat dari raut wajah mereka. Maklum, para pembicara yang dihadirkan merupakan teman lama. Untuk melengkapi rasa senangnya, Agoes Nirbito mengajak Arswendo putar-putar Ngawi dan sempat mengajak mampir ke sebuah jajanan khas Ngawi, yaitu Tempe Kripik yang sudah menjadi ikon kota perbatasan ini.(Mkt/ 20/4/2010)

Wednesday, April 14, 2010

SELEKSI KADER PKK DESA/KELURAHAN BERPRESTASI KABUPATEN NGAWI TAHUN 2010.



Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi khususnya bidang Umum sedang melaksanakan seleksi Kader PKK desa/kelurahan berprestasi Tingkat Kabupaten Ngawi tahun 2010. Lomba ini merupakan program kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi guna memberikan motivasi kinerja kader PKK dalam Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus meningkatkan semangat pengabdian kompetisi serta kinerja Kader PKK sebagai ujung tombak Penggerak, Pembina dan Penyuluh terdepan Gerakan PKK. Acara digelar di Gedung PKK Kabupaten Ngawi, Rabu 14 April 2010, dan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, dalam hal ini diwakili oleh Ny. Hj. Budi Sulistyono selaku Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi.
Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Ngawi, Dewan Juri dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi Bidang Umum POKJA I sampai dengan IV masing – masing 1 orang, Bagian Humas Setda Kabupaten Ngawi, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Ngawi serta Para peserta lomba Kader PKK Desa/Kelurahan.
Ketua Panitia Ny. Sudantoro mengatakan, Peserta lomba kader berprestasi merupakan hasil lomba Kader di Tingkat Kecamatan Kabupaten Ngawi , kurang lebih 19 peserta. Adapun dasar pelaksanaan lomba seleksi kader PKK desa/kelurahan berprestasi adalah Undang – undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 53 Tahun 2000 tentang Gerakan PKK, dan hasil RAKERNAS VII PKK Tahun 2005.
Ny. Hj. Budi Sulistyono dalam sambutannya mengingatkan pentingnya peran Kader PKK dalam mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga. ”Kader berkualitas senantiasa menambah ilmu pengetahuan dan mengamalkannya dengan ikhlas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Lebih lanjut Ny. Hj. Budi Sulistyono menjelaskan, lomba ini bukan sekedar upaya kompetisi saja, namun merupakan sarana untuk silaturahim sesama kader sekaligus saling bertukar pengalaman serta menilai sampai dimana tingkat pemahaman terhadap tugas-tugas kader.
Usai pembukaan, langsung dimulai pelaksanaan tiga materi lomba berupa tes tulis, wawancara dan penyuluhan. Setelah penilaian berlangsung, telah diperoleh hasil, Ny. Dwi Hastutik dari Kecamatan Pitu tampil sebagai juara I, Ny. Ninik Kurniasih dari Kecamatan Karangjati berada di urutan II, dan Ny. Luluk Fitriani tampil sebagai juara III dari Kecamatan Kendal. Sementara untuk juara harapan I, Ny. Markayah dari Kecamatan Widodaren, juara harapan II, Ny. Khasngatur Rohmah dari Kecamatan Kedunggalar, dan Ny. Wulandari dari Kecamatan Ngawi sebagai juara harapan III. (edo)

Thursday, April 8, 2010

APEL GLADI LAPANG KONTIJENSI PEMILU KADA KABUPATEN NGAWI 2010



Guna mempersiapkan pengamanan Pemilukada 2010 gabungan personil polisi dari Polres Ngawi, Detasemen C Satuan Brimob Polda Jatim, Unit Water Canon Polwil Madiun, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngawi, Bakesbang Linmas Ngawi dipersiapakan untuk mengamankan jalannya Pemilu Kada Kabupaten Ngawi 2010.
Rabu (7/4) acara yang dimulai pukul 09.00 wib bertempat di Lapangan Merdeka Alun-Alun Ngawi Apel Latihan Gabungan dalam Rangka Gladi Lapang Kontinjensi Pemilu Kada Kabupaten Ngawi dibuka oleh Kapolres serta dihadiri Muspida Kabupaten Ngawi, Pasangan Calon Peserta Pilkada serta Undangan dan Peserta Apel Gladi.
Pada apel gladi kemarin selaku Pemimpin Apel AKBP. Drs.Budi Sajidin,Msi Kapolres Ngawi. Dalam pidato mengatakan pengamanan pemilukada merupakan tugas kita bersama, sebagai bangsa indonesia yang mempunyai kewajiban untuk mengekspresikan pengabdian sebagai warga negara untuk andil dalam menyukseskan demokrasi di negara yang kita cintai.
Sementara Kapolres Ngawi juga menyampaikan pesan kepada peserta gladi dalam mengikuti latihan selama tiga hari dimana saudara telah diberikan kemampuan fungsi tehnis maupun kemampuan taktis dalam rangka pengamanan pilkada yaitu
Pertama : Pedomani dan implementasikan cara bertindak dalam mengamankan setiap
tahapan pilkada.
Kedua : Laksanakan tugasmu secara prosedural, profesional serta humanis dan
perhatikan faktor sosial budaya dan karakteristik daerah.
Ketiga : Tingkatkan disiplin, dedikasi dan loyalitas sebagai petugas pelayanan
masyarakat.
Untuk pengamanan tersebut Polres menerapkan skenario. Pertama, pengamanan kampanye calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah. Kemudian pengamanan TPS dan penanganan rusuh massa.
Dalam apel gladi tersebut, diperagakan penanganan kerusuhan massa, dimana di gambarkan massa bergerak menuju tempat pemungutan suara (TPS). Dari sini, massa menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tindakan massa sempat memicu emosi polisi. Aksi saling dorong dan lempar terjadi.
Polisi terus mengimbau agar massa mundur. Namun, imbauan itu tidak digubris. Sebaliknya, dengan semakin banyaknya massa melakukan aksi tindak anarkis serta massa melakukan pembakaran-pembakaran sepeti kardus dan pelemparan botol.
Pasukan Brimob dari Dentasemen C Polda Jatim dan Mobil Canon Water Polwil Madiun datang cepat ke lokasi dengan pealatan lengkap langsung menyemprotkan ke arah massa. akhirnya massa dapat di kendalikan. sementara provokator dapat di amankan oleh petugas. (petruk)

Tuesday, April 6, 2010

SOSIALISASI PEMANTAPAN FORUM KEWASPADAAN DINI MASYARAKAT TINGKAT KECAMATAN SE-KABUPATEN NGAWI



Dalam rangka menghadapi Pemilukada 2010 guna terciptanya ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat dilingkungannya, terhadap kemungkinan adanya gangguan keamanan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS), telah digelar acara sosialisasi Pemantapan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) , yang dimotori oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Selasa 6 April 2010 di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi. Acara ini dihadiri kurang lebih 125 peserta, yang mencakup 19 Kecamatan di Kabupaten Ngawi, terdiri dari 3 peserta Dewan Penasehat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (DP FKDM) yakni Camat, Danramil serta Kapolsek, dan 3 peserta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yakni, Ketua, Sekertaris dan Anggota.
Hadir pula dalam acara tersebut, Bupati Ngawi dr. H. Harsono, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, H. Suryadi, SH., Narasumber Mudji Rahardjo, SH. MSi. dari Universitas Merdeka Madiun dan beberapa Praktisi yakni Kapten Ratno, Pasi Intel Kodim 0805 Ngawi serta AKP Sumono, Kasat IntelKam. Polres Ngawi. Sosialisasi ini berlangsung yang tujuannya untuk lebih memantapkan kerja kepengurusan Dewan Penasehat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (DPFKDM) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut, Bupati Ngawi menyampaikan, “Semakin lama kebutuhan masyarakat semakin komplek, dampaknya berbagai kepentingan juga semakin komplek, baik kepentingan pribadi maupun kelompok, sehingga melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) benar – benar mempunyai manfaat sebagai mediator dan mediasi di masyarakat”. Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 2006 dan telah terbentuknya Dewan Penasehat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (DPFKDM) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Kabupaten Ngawi sebagai wadah peran serta masyarakat mewujudkan situasi dan kondusi yang kondusif mulai tingkat Propinsi, Kabupaten dan Kecamatan.
Sementara Bupati Ngawi juga mengatakan “sebentar lagi kita akan mengadakan pesta demokrasi Pemilukada, tepatnya tanggal 12 Mei 2010, melalui Forum ini kami menghimbau untuk menyebarluaskan kepada masyarakat agar ikut mesukseskan Pemilukada dengan menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar, tegasnya. (edo)

Sunday, April 4, 2010

PENGUKUHAN PENGURUS YAYASAN GERONTOLOGI ABIYOSO KABUPATEN NGAWI PERIODE 2010-2015



Walaupun usia terhitung tua, namun tidak berhenti berkarya dan berusaha, inilah yang terpancar dari para lansia dalam acara Pengukuhan Pengurus Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Ngawi Periode 2010-2015 Kabupaten Ngawi, Kamis, 1 April 2010 bertempat di Pendopo Wedya Graha diadakan acara. Dalam acara tersebut Bupati Ngawi, dr. H. Harsono mengukuhkan Pengurus Yayasan Gerontologi Abiyoso perode 2010-2015, dalam pengukuhannya bupati mengharapkan para pengurus dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan beranggung jawab. Dalam kepengurusan periode 2010-2015 diketuai oleh H. Soewandono, BA.
Yayasan Gerontologi Abiyoso merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang kemasyarakatan non pemerintah yang khususnya menangani kegiatan warga lanjut usia. Dalam sambutannya, Suharno Ilham Ketua YGA kabupaten Ngawi Periode 2005-210, mengatakan Yayasan Gerontologi Abiyoso (YGA) mengalami pasang surut, pada tahun 2001 pernah meraih juara I Senam Lansia se-eks Karisedenan Madiun, yayasan juga bekerja sama dengan beberapa dinas seperti dinas sosial, dinas kesehatan, serta PKK tetapi belum terkoordinasi dengan baik, dinas kesehatan memberikan kegiatan senam lansia dan makanan tambahan bagi lansia. Suharno Ilham juga mengharapkan adanya fasilitas Gereatri yaitu fasilitas khusus bagi lansia tersedia di Rumah Sakit Umum dr. Suroto dengan pelayanan yang profesional serta diharapkan dibentuknya Komisi Lanjut Usia.
Hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Pengurus yayasan Gerontologi Abiyoso kabupaten Ngawi ini adalah ketua DPRD Kabupaten Ngawi, dalam sambutannya ketua DPRD mengharapkan pengurus yag telah dikukuhkan dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dan membawa perubahan organisasi yang lebih baik. Selain ketua DPRD pemberi sambutan adalah Pimpinan Yayasan Gerontologi Propinsi Jawa Timur, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa yayasan Gerontologi Abiyoso merupakan yayasan kemasyarakatan non pemerintah yang lahir sejak tahun 1993 dan jumlah warga lansia di Indonesia mencapai jumlah kurang lebih 19 juta orang dan hampir mencapai 20% jumlah penduduk. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa Jawa Timur adalah satu-satunya propinsi yang memiliki Peraturan Daerah tentang Kesejahteraan Lansia, yaitu Perda No. 5 tahun 2007.
Akhir dari kegiatan ini adalah sambutan dan pengarah oleh Bupati Ngawi, dr. H. Harsono. Bupati mengharapkan program kerja organisasi Gerontologi tidak perlu muluk-muluk, tetapi lebih diarahkan bagaimana membuat kegiatan bagi warga lansia. Yang kedua bupati mengharapkan warga lansia yang tergabung dalam organisasi ini menjadi pengamat dan kritikus dalam kegiatan pemerintah sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Selain itu Bupati juga mengharapkan pembangunan fasilitas Gereatri dan Poli Lansia di RSU dr. Suroto dapat terwujud. (Huda dan Wawan)

SOSIALISASI PEMBENAHAN TANAH ORGANIK PUPUK RABOG



Salah satu masalah yang dihadapi saat ini adalah semakin tingginya biaya usaha tani yang diakibatkan penggunaan pupuk kimia khususnya urea, SP36 dan KCL yang berlebihan untuk mempertahankan kuantitas panen. Hal tersebut membawa dampak yang saling kait-mengkait, yaitu semakin menurunnya kualitas hasil panen dan banyaknya serangan hama yang bervariatif karena keseimbangan ekologi tanah yang sudah tidak menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. salah satu cara mengatasi masalah tersebut telah ditemukan pembenahan tanah organik RABOG (kompos organic granular) yang dapat meningkatkan kemampuan tanah.
Kamis tanggal 1 April 2010 bertempat di Rumah Makan Notosuman mulai pada pukul 13.00 berlangsung kegiatan Sosialisasi Pembenah Tanah Organik Pupuk Rabog itu, acara tersebut dibuka oleh Bupati Ngawi di dampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Kepala Badan ketahanan pangan dan penyuluhan pertananian, Kepala Dinas Koperasi serta Direktur PT. Alfa Omega Produsen Pupuk Rabog. Selain itu acara dihadiri pula oleh penyuluh pertanian, gapoktan (gabungan kelompok tani) dan kelompok tani.
Bupati menegaskan “ Pemerintah berpihak pada kelompok tani, berupaya menurunkan cost produksi, meningkatkan produksi dan pasca panen “ungkapnya.
Salah satunya seperti pada saat ini bahwa sosialisasi pupuk rabog granul yang akan diproduksi di Ngawi di yakini dapat meningkatkan kesuburan tanah dari bahan yang tidak terpakai seperti sampah, sehingga para gapoktan bisa memilih pupuk mana yang baik.
Sebelum mengakhiri acara ini Bupati yang akan mengakhiri masa jabatannya menambahkan tidak ada satu macam saja pupuk ada di Ngawi, untuk itu teman-teman dari penyuluhan pertanian segera terjun ke lapangan untuk menggabungkan dengan pupuk yang lain. (Eko P./Mukti)

PEMBUKAAN DIKLATPIM TK. IV ANGKATAN 288 TAHUN 2010 BAGI PEJABAT ESELON IV DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI



Senin, 5 April 2010 di Pendopo Wedya Graha dilaksanakan acara PEMBUKAAN DIKLATPIM TK. IV ANGKATAN 288 TAHUN 2010 BAGI PEJABAT ESELON IV DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI. Profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah tugas pokok para aparatur pemerintah. Diklat ini bertujuan untuk mendidik dan melatih para pejabat eselon IV agar memiliki profesionalitas yang standar dalam bekerja dan memberi pelayanan kepada masyarakat.
Diklat yang dibuka oleh Bupati Ngawi secara simbolis dengan penyematan tanda peserta diklat pada dua peserta diklat, pada 5 April 2010 di Pendopo Wedya Graha diikuti oleh 40 (empat puluh) orang pejabat di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Ngawi. Diklat akan dilaksanakan mulai tanggal 5 April 2010 sampai 8 Mei 2010 di Hotel Maksum. Ditunjuk sebagai pemateri dalam diklat tersebut adalah Widya Iswara dari Badan Diklat Propinsi Jawa Timur. Materi diklat meliputi Sikap dan perilaku, manajemen, pembangunan, dan aktualisasi. Penilaian peserta diklat meliputi sikap dan penguasaan materi.
Kepala Badan Diklat Propinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Sucipto mengatakan bahwa diklat ini bertujuan untuk menambah ilmu, wawasan dan pengetahuan serta tanggung jawab pejabat. Diklat ini dilakukan melalui tiga proses yaitu pertama, mempelajari dan mengetahui paradigma baru dan mengevaluasi paradigma lama. Kedua learning how to learn yaitu belajar bagaimana belajar. Ketiga menggali dan menemukan kearifan lokal untuk memecahkan masalah atau persoalan. Aparatur negara dihadapkan pada problematika bagaimana mewujudkan reformasi dan mewujudkan good goverment. Sebagai aparatur negara pejabat harus mampu memberikan tiga pelayanan kepada masyarakat yaitu pelayanan dengan hati, pelayanan dengan otak dan pelayanan dengan tangan. Desamping itu aparatur negara diharapkan mampu untuk tanggap, tangguh, transparan, tanggung jawab dan tumoto.
Bupati Ngawi dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk menjadi pejabat yang profesional harus memiliki hati yang bersih yaitu mempunyai niat yang tulus ikhlas, mempunyai pemikiran yang kreatif dan profesional dan mampu berkomuniksi dengan baik. Dalam mewujudkan pembangunan pejabat pemerintah dihadapkan dengan kebijakan politik yang kadang bertentangan sehingga pembangunan tidak berjalan dengan lancar. Disamping itu pejabat tidak boleh anti terhadap kritik, karena kritik adalah alat untuk membangun dan memperbaiki diri. (Wawan dan Huda)