Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts
Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts

Sunday, December 29, 2013

Setda Ngawi Terima Sosialisasi BPJS dari PT Askes

Sosialisasi BPJS
PT Askes (Persero) bekerjasama dengan Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi menggelar sosialisasi mengenai hak, kewajiban, dan proses pelayanan bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yang diikuti oleh Kepala SKPD dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi, di Ruang Bina Bhakti Praja Kantor Sekretariat Daerah Kab. Ngawi, Senin (30/12). Sosialisasi dilaksanakan terkait rencana transformasi PT Askes menjadi BPJS Kesehatan per 1 Januari 2014.

Materi sosialisasi yang disampaikan Kepala PT Askes Cabang Madiun, mencakup sistem jaminan sosial nasional yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 yang merupakan hak kostitusional setiap orang dan wujud dari tanggung jawab Negara dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Tujuan yang ingin dicapai melalui sosialisasi ini, memberikan pemahaman secara umum kepada peserta mengenai implementasi program jaminan sosial dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional mulai tahun 2014. Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai implementasi pelayanan kesehatan yang akan dinikmati peserta dalam program jaminan kesehatan seperti sistem pelayanan kesehatan berjenjang dan manfaat yang diterima.

Memberikan pemahaman peserta mengenai implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan yang akan dinikmati peserta. Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai dampak keuangan dari implementasi program jaminan sosial dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional bagi pemberi kerja, Pemerintah Pusat dan Daerah, pekerja swasta/pekerja pemerintah non PNS, PNS, dan TNI/Polri.
Sekda Ngawi Siswanto dalam sambutannya mengatakan dengan berubahnya ASKES menjadi BPJS diharapkan membawa perubahan kearah yang lebih baik dalam  pelayanan masyarakat di bidang kesehatan.
Dalam perubahan fungsi PT Askes menjadi BPJS kesehatan, dalam hal pelayanan harus lebih baik lagi agar peserta BPJS bisa terlayani dengan baik, banyak selama ini masukan dari peserta Askes tentang pelayanan Askes yang masih belum maksimal.

Wednesday, December 4, 2013

Sekda Ngawi Inginkan Lingkungan Kerja yang Bersih


“Bahwa kegiatan apel pagi merupakan bentuk kedisiplinan yang harus tetap dipelihara, karena bisa menumbuhkan mental disiplin dan tepat waktu serta bisa menumbuhkan kebersamaan diantara pegawai. Kedisiplinan adalah modal utama yang harus dimiliki setiap PNS, dan itu harus tetap di jaga dengan berbagai cara salah satunya dengan melakukan apel pagi, "terang Drs. Siswanto,MM.
Lingkungan kerja yang sehat, bersih, dan nyaman tentu sangat di idamkan semua orang. Lingkungan kerja yang sehat dapat membantu untuk menggapai kualitas kerja yang baik dan imbasnya produktivitas pun meningkat. Untuk itu, salah satu caranya adalah menciptakan lingkungan alamiah sekitar tempat kerja yang sehat. Untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja bisa dilakukan dengan berbagai macam cara seperti dengan menjaga lingkungan yang sehat di sekitar tempat kerja dengan rajin membersihkan lingkungan sekitar kita, memperbaiki sarana di kantor yang sudah rusak atau menciptakan suasana baru dengan cara membangun lingkungan yang nyaman. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang mempengaruhi tugas- tugas yang di bebankan, namun secara umum pengertian lingkungan kerja adalah merupakan lingkungan dimana para karyawan tersebut melaksanakan tugas dan pekerjaannya.
Secara umum, lingkungan kerja terbagi menjadi dua yaitu lingkungan kerja fisik dan non fisik. Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan yang berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedang Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan. Gebrakan ini yang coba di terapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Drs. H. Siswanto, MM ketika mengawali masa baktinya di Kabupaten Ngawi.
Penataan lingkungan di sekitar kantor menjadi prioritas, seperti dengan membuat taman di sekitar kantor, taman terbuka hijau dan ruang kantor yang nyaman. Selain itu, Sekda juga mengomandoi secara langsung renovasi gedung kantor yang rusak, penataan lingkungan di sekitar alun-alun dan berbagai fasilitias umum lainnya. Selain penataan lingkungan fisik, Sekda juga menghidupkan kembali apel pagi bagi seluruh pegawai. Dalam berbagai kesempatan, Sekretaris Daerah mengutarakan bahwa kegiatan apel pagi merupakan bentuk kedisiplinan yang harus tetap dipelihara, karena bisa menumbuhkan mental disiplin dan tepat waktu serta bisa menumbuhkan kebersamaan diantara pegawai. Kedisiplinan adalah modal utama yang harus dimiliki setiap PNS, dan itu harus tetap di jaga dengan berbagai cara salah satunya dengan melakukan apel pagi.

Wednesday, October 9, 2013

Dewan Pengurus KORPRI Jatim Kukuhkan Ketua PAW KORPRI Ngawi

Ketua Dewan  Pengurus Korpri Provinsi Jawa Timur, Dr. H Rasiyo M.si mengukuhkan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pengurus Korpri kabupaten Ngawi Pengganti Antar Waktu. Pengukuhan yang berlangsung di Pendopo Wedyagraha (9/10/13) ini di hadiri oleh Bupati beserta Wabup dan juga dihadiri oleh pengurus Korpri seluruh Kecamatan se-Ngawi.

Dalam Sambutannya, Dr. H Rasiyo, M.Si mengatakan bahwa Pergantian Antar Waktu ini merupakan sesuatu hal yang wajar demi kelancaran tugas, mengingat ketua sebelumnya, Mas Agoes Nirbito MW, SH, M.Si  saat ini pindah tugas di Pemprov Jatim sedangkan Drs. Amin Sunarto M.Si dan Drs. Gardjito M.Si selaku Wakil Ketua I dan II telah memasuki usia pensiun. Selanjutnya Estafet kepemimpinan Korpri di Kabupaten Ngawi akan diemban oleh Drs. H Siswanto, MM selaku ketua dan akan didampingi oleh Indah Kusumawardhani S.Pt, M.Si dan Drs. Bambang Supriyadi M.Si. periode 2010-2015.

Lebih lanjut, Rasiyo juga mengingatkan kembali tentang jiwa korsa dan kode etik PNS. ''selama ini, masyarakat berharap pada PNS untuk menjadi profesional. Untuk itu diperlukan pembinaan pembinaan jiwa korps, pembinaan kode etik dan pembinaan disiplin kerja yang tinggi. Pembinaan korps ditujukan untuk meningkatkan semangat juang, pengabdian, kesetian, dan ketaatan PNS kepada NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945". Lebih lanjut Rasiyo mengatakan bahwa muara dari pembinaan dan pengingatan kembali jiwa korsa ini bisa membina karakter, kemampuan PNS serta mendorong etos kerja PNS menjadi lebih bermutu.

Monday, October 7, 2013

Wabup Ony Anwar Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Ngawi

Wabup Sampaikan Sambutan Pada Pelantikan Pengurus IDI Ngawi
Wakil Bupati Ony Anwar hadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter (IDI) Cabang Ngawi di Pendopo Wedya Graha (8/10/2013). Pada acara tersebut Ketua IDI Jawa Timur dr. Poernomo Boedi Setiawan SpPD, secara resmi melantik pengurus IDI Ngawi untuk periode 2013-2016.

Untuk periode 2013-2016 kepengurusan IDI Ngawi beralih dari dr. Pujiono kepada dr. Suprayitno, Sp.PD. Sementara untuk pengurus lainnnya kebanyakan masih disi oleh wajah-wajah lama. Pada sambutannya dr. Pujiono ketua IDI lama mengharapkan pengurus yang dilantik dapat meneruskan program kerja dan meningkatkan profesionalitas.

Sedangkan ketua IDI baru dr. Suprayitno, berjanji akan melanjutkan program kerja dan memberikan pengabdian kepada masyarakat.Pengabdian kepada masyarakat akan dilakukan sepanjang tahun, minimal 2 kali dalam setahun, baik melalui kegiatan donor darah, pengobatan gratis dan layanan kesehatan lainnya. Sementara itu Wabup Ony Anwar mengharapkan IDI Ngawi dapat bekerja dan meningkatkan profesionalitas kerja dokter.

Thursday, September 26, 2013

DIVISI UTAMA, KAMI DATANG !!!

Pesta Kemenagan Persinga
Tahun 2013 memang tahun yang spektakuler untuk Kabupaten Ngawi. Tahun penuh prestasi yang mungkin sulit untuk di ulang kembali. Sederet prestasi sepanjang tahun ini, baik itu secara individu maupun kelompok, menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk mengejawantahkan motto spektakuler dalam kenyataan.  Dan kenyataannya, apa yang kemarin terjadi di Stadion ketonggo (25/9/13) benar-benar luar biasa bagi masyarakat pecinta bola Ngawi.
                Divisi utama, Kami datang !!!!, itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaan ribuan orang Ngawi ketika melihat Persinga lolos dengan menjadi juara grup pada putaran II Grup 15 Divisi 1. Lolosnya Persinga memang sudah di prediksi sebelumnya karena dalam Grup 15 ini, 3 pertandingan awal yang dilakukan Persinga, semuanya berakhir dengan dengan kemenangan. Menghempaskan Perseden Denpasar dengan skor telak 3 - 1 di pertandingan pertama, disusul dengan Persenga Nganjuk, juga dengan skor telak  3 - 1. Selanjutnya Persatu Tuban menjadi korban keganasan pasukan Putut Wijanarko  dengan skor 2 - 0. Hatrick kemenangan ini membuat Persinga menjadi sedikit kurang fokus sehingga pada pertandingan selanjutnya melawan Persipati Kab. Pati, Laskar Ketonggo ditahan imbang  0 - 0. Namun skor kacamata ini sudah cukup untuk meloloskan Persinga menuju Divisi Utama Liga Indonesia meskipun masih menyisakan satu pertandingan terakhir melawan Persida Sidoarjo. Seakan sudah bisa ditebak, pertandingan terakhir yang dilakukan pun berjalan kurang greget. Aura Divisi Utama yang sudah terbayang di depan mata dan pesta suporter setia membuat pasukan Putut Wijanarko tampil seadanya. Berbeda dengan Persida yang tampil menekan sejak menit awal, pertandingan melawan Persinga merupakan pertandingan hidup mati. Benar saja, skor 3 - 2 hingga pertandingan berakhir berhasil meloloskan Persida mendampingi Persinga menuju Divisi Utama.

            Keberhasilan ini disambut dengan gembira oleh Bupati Ir. Budi Sulistyono yang selalu hadir dalam setiap pertandingan dengan di dampingi oleh Wabup Ony Anwar ST.  Bupati menegaskan bahwa Divisi Utama adalah kompetisi yang sulit, namun bukan berarti tidak bisa dilalui. "kita akan terus berjuang, dan ingat keberhasilan ini tidak berhenti sampai disini, masih ada perjuangan yang lebih berat menanti, jadi mari bahu membahu melewatinya ", arahan Bupati pada anak anak Persinga seusai pertandingan. Selain itu Bupati juga berharap kepada suporter untuk terus setia menemani perjuangan Persinga.

Wednesday, September 25, 2013

PEMKAB NGAWI BERANGKATKAN 214 JAMAAH HAJI

Sebanyak 214 Calon Jamaah Haji dari Ngawi diberangkatkan oleh Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono (24/09/13) langsung dari Pendopo Wedyagraha. Ke 214 jamaah ini nantinya akan bergabung dengan kloter 31 gelombang II bersama calon jamaah haji dari Kabupaten Madiun dan Surabaya.  Menurut rencana, sebenarnya Calon Jamaah haji yang akan diberangkatkan untuk musim haji tahun ini sejumlah 355 namun karena ada pembangunan sarana prasarana masjid sehingga Pemerintah Arab Saudi memberlakukan pembatasan kuota 20%, maka hanya 214 Calhaj yang siap berangkat.
                Menurut Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Ngawi, Muhammad Mas'ud, semua calon jamaah haji yang siap diberangkatkan telah mengikuti manasik haji sebanyak 10 kali. Selain itu juga telah lolos tes kesehatan yang meliputi pemberian vaksin influenza dan vaksin meningitis. Proses uji kesehatan ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kab. Ngawi. Dari 214 calon jamaah haji, usia termuda diwakili oleh Fajri Nihaya dari Karangasri yang berumur 30 dan yang tertua diwakili Mirah, calon jamaah haji dari Simo yang berusia 86 tahun.

                Sementara itu, Bupati Ngawi dalam sambutannya mengingatkan agar semua jamaah untuk peduli dan menjaga kesehatannya. Cuaca yang agak ekstrim untuk musim haji tahun ini tentu harus diwaspadai agar pelaksanaan haji bisa berjalan dengan lancar. ", jika merasa ada gangguan kesehatan segera lapor kepada petugas pendamping kesehatan, dan saya juga mewanti wanti kepada anggota keluarga yang ada dirumah untuk membantu kelancaran ibadah haji dengan menyortir berita ketika bertelepon sehingga tidak mengagetkan dan mengganggu prosesi ibadah jamaah haji yang ada di sana ", tegas Bupati. 

Thursday, June 20, 2013

Ngawi Pastikan Lolos 6 Besar

Tim Sepakbola Ngawi pastikan diri melaju babak 6 besar Pekan Olahraga Provinsi ke-IV, setelah mengalahkan Kesebelasan Gresik dengan kemenangan tipis 1-0 di Stadion Ketonggo Ngawi. Kamis (20/06/2013).
Kemenangan tersebut merupakan yang ketiga kali secara beruntun, setelah sebelumnya mengalahkan Kota Surabaya, dan Kota Malang. Dengan point 9 membuat Kabupaten Ngawi melaju di babak berikutnya didampingi Kabupaten Gresik dengan point 4 dari 1 kemenangan dan 1 kali seri.

Dipertandingan lain grup c, mempertemukan kota malang melawan kota surabaya bertanding di Stadion Paron. Keluar sebagai pemenang kota malang dengan skor 2-1. Kemenangan tersebut tidak mampu meloloskan kota apel tersebut dan harus puas terdegradasi dari pentas 2 tahunan tersebut.

Wednesday, June 19, 2013

Kecamatan Pitu dan Dishubkominfo Kuasai Volley Antar SKPD

Pertandingan Bola Volley dalam rangka Hari Jadi Ngawi ke 655 akhirnya dimenangkan Kecamatan Pitu dan Dishubkominfo. Untuk kategori wanita, kecamatan pitu keluar sebagai juara setelah mengalahkan Kecamatan Paron di partai final  yang digelar dilapangan Alun-alun Merdeka Ngawi. Selasa (18/06/2013). Wajah wajah cantik yang memperagakan permainan cantik benar benar memberikan aura kuat keinginan untuk menang dan membuat tribun penonton tak henti-hentinya bergemuruh. Kekuatan berimbang antara kedua tim membuat pertandingan berjalan hingga set ke 5 untuk menentukan sang juara. Sebelumnya ditempat yang sama, juga dipertandingkan perebutan juara III antara Kecamatan Pangkur melawan Kecamatan Geneng yang dimenangkan oleh Kecamatan Geneng dengan skor telak 3-0.
Sementara itu final tim putra antara BRI melawan Dishubkominfo dimenangkan Dishubkominfo dengan skor tipis selama 4 set (22-25,32-30, 19-25, 20-25). Pertandingan berjalan dengan sengit dan masing masing tim ingin menunjukkan siapa tim terbaik di tahun 2013 ini. Dua pertandingan final yang berjalan sengit ini membuktikan bahwa gelaran Bola Volley dalam rangka Hari Jadi Ngawi merupakan momen yang selalu ditunggu dan pantas untuk di agendakan setiap tahunnya.

Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono yang hadir dengan Muspida, KONI dan Perwosi tampak puas dan bersemangat menonton pertandingan bola volley ini hingga selesai. Diakhir lomba, Bupati menyerahkan secara langsung hadiah berupa thropy dan uang pembinaan kepada tim Juara.

Saturday, June 8, 2013

Meriahkan Hari Jadi Ngawi ke-655, Dahlan Iskan Ajak Warga Senam Bersama

Dahlan Iskan dan Bupati Ngawi
Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat sangat berkumpul di Alun – alun kota Ngawi, sabtu pagi (8/6/2013). Mereka semua sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti senam bersama Bapak Menteri BUMN Dahlan Iskan. Kehadiran Menteri BUMN yang kedua kalinya di Ngawi ini untuk memeriahkan Hari Jadi Ngawi Ke 655 dengan memimpin langsung senam bersama masyarakat dan disambut meriah oleh masyarakat kota Ngawi.

Menteri BUMN yang didampingi oleh Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono memberikan gerakan – gerakan yang sangat energik kepada warga kota Ngawi yang dimulai sejak jam 05.30 pagi. Selama senam Dahlan Iskan juga memberikan sapaan kepada para warga Ngawi untuk memberikan semangat “Ayo semangat warga Ngawi”. Dalam senam pagi itupun Pak Dahlan melakukan beberapa gerakan mulai dari gerakan Dahlan style, pongsi-pongsi sampai poco-poco. Bupati Ngawi terlihat sangat kuwalahan menirukan gerakan-gerakan energik yang dilakukan Mentri BUMN.

Seusai senam Dahlan Iskan dan Budi Sulistyono membagikan berbagai hadiah-hadiah yang menarik bagi masyarakat Ngawi yang ikut dalam senam bersama Menteri BUMN. Pada kesempatan kali ini hadiah utama yang berupa lima sepeda gunung diberikan langsung oleh Dahlan Iskan kepada para anak  yang yatim piatu yang berumur di bawah 16 thn. Tapi sebelum memberikan hadiah Dahlan Iskan memohon izin dulu kepada seluruh peserta senam untuk mengikhlaskan hadiah utama itu.

Selain memberikan lima hadiah utama kepada para anak-anak yatim piatu Dahlan Iskan juga memberikan hadiah secara khusus beruapa uang tunai sebesar 500 ribu kepada peserta senam yang berstatus janda yang lanjut usia. Setelah membagi-bagikan hadiah kepada para peserta senam Dahlan Iskan pun menyempatkan diri untuk memberikan tanda tangan kepada dan menyalami  peserta senam yang berada di sekitar panggung.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengajak Menteri BUMN ke Pendopo Widya Graha dan menyilahkan Pak Menteri membersihkan diri dan melakukan sarapan bersama dengan para Muspida yang mengikuti senam.       

Thursday, June 6, 2013

KRPL MAWAR NGAWI SIAP MENJADI JUARA TINGKAT JAWA TIMUR

Wakil memberikan sambutandi acara KRPL 
NGAWI- Seiring berkembangnya laju pembangunan yang pesat dewasa ini menyebabkan terjadinya perubahan peruntukan lahan dari lahan pertanian menjadi lahan non pertanian seperti pertanian,industri, pertokoan dan lain-lain.Untuk mengatasi hal ini pemerintah Provinsi Jawa Timur mengembangkan program “Program Rumah Pangan Lestari (Rumah Hijau plus Plus)” melalui pemanfaatan lahan perkarangan sebagai suatu unit usaha pertanian secara terpadu untuk mendukung persediaan pangan yang berkelanjutan yang salah satunya berada di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo Kab.Ngawi (10/6/2013).

Tim Penilai melihat Kolam Lele
Kawasan Rumah Pangan Lestari yang terletak persis di lereng gunung Lawu ini di beri nama “ KRPL Mawar” singkatan dari Makmur Tur Waras, yang terbentuk dari gerakan masyarakat yang bekerjasama dengan ibu-ibu Tim Penggerak PKK, pada tanggal 13 Desember 2011 dengan melakukan fakta integritas dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.Pada tanggal 13 Januari 2012 yang lalu KRPL Mawar  telah menerima bantuan hibah berupa bibit sayuran, mangga, durian, ternak ayam, titk, ikan, sarana produksi dan pakan ternak senilai 55.000.000,-. Dan pada kesempatan lomba KRPL  yang di laksanakan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur, KRPL Mawar bertekad untuk menjadi yang terbaik dengan menunjukkan kesiapannya menyambut para Tim Penilai dari provinsi Jawa Timur.

Pada kesempatan kali ini Tim Penilai dari Provinsi Jawa Timur di sambut langsung oleh Wakil Bupati,Sekda beserta para muspika Kab.Ngawi.Pada sambutan yang disampaikan oleh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar ST,MM beliau sasngat mengapresiasi kegiatan para kelompok KRPL Mawar yang berada di Desa Ngrayudan dan Ony juga memberikan sebuah pantun untuk para Tim Penilai dan semangat untuk anggota KRPL Mawar “Nandur Sawi Pinggir Kali KRPL Mawar Ngawi jadi nomer siji”. Ketua Tim Penilai Provinsi Jawa Timur Ir.Handoko MMA juga menyampaikan apresisianya tentang kegiatan yang dilakukan oleh anggota KRPL Ngawi dan sambutan selamat datang yang meriah kepada para Tim Penilai.


Setelah memberiakan sambutan dan melihat presentasi dari anggota KRPL Mawar Ngawi para Tim Penilai dan Wakil Bupati Ngawi  melanjutkan ramah tamah serta langsung meninjau lapangan untuk melihat perkembangan bantuan yang di berikan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Monday, April 29, 2013

Ngawi Siap Sabet Juara BKL Tingkat Jatim 2013


Tak hentinya Pemkab Ngawi genjot prestasi daerahnya menuju Ngawi spektakuler. Hari ini Senin (29/04/2013), kelompok Bina Keluarga Lansia Melati Kelurahan Karang Tengah mewakili Pemkab Ngawi dalam perebutan juara BKL (Bina Keluarga Lansia) tingkat Provinsi Jatim tahun 2013.

Bertempat di Sekretrariat BKL Melati Jl. Trunojoyo Gg. Wijaya Kusuma, tim penilai dari provinsi Jawa Timur yang diketuai Ibu Nunuk Lestari didampingi Wakil Bupati Ngawi dan Ketua TP PKK Ngawi, Ibu Antiek Budi Sulistyono melakukan penilaian BKL Melati. Kedatangan tim penilai disambut meriah para lansia dan warga sekitar dengan pengalungan bunga pada Ketua Tim Penilai dan Wabu Ony Anwar. BKL Melati Karang Tengah Ngawi akan bersaing dengan BKL di dua kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memperebutkan juara.

Wakil Bupati Ngawi dalam sambutannya adanya BKL ditujukan untuk peningkatan pengetahuan dan kegiatan lansia yang aktif produktif dan dapat hidup yang layak. Di Ngawi ada 11,8% lansia dari jumlah penduduk Ngawi, yakni sekitar 106 ribu. Kegiatan BKL Melati cukup produktif dan inovatif, banyak produk yang dihasil oleh para lansia yang tergabung pada BKL ini. “Saya harapkan lansia dapat mengisi waktu dengan kegiatan produktif”, terang Wabup Ony Anwar.

Sementara itu Wabup mengharapkan kerjasama PKK, Aisyiah, dan berbagai pihak ikut mensukseskan program pembangunan dan pengendalian jumlah penduduk. “Semoga Ngawi dapat menjadi percontohan di segala bidang, dan terwujud Ngawi yang spektakuler”, tegas Wabup Ony Anwar.

Semangat para lansia patut ditiru olah para genarasi muda, walau sudah berusia senja energiknya luar biasa. Berbagai kegiatan ditunjukkan para lansia pada penilaian ini, yang meliputi, senam kesehatan, simulasi dan aneka pembuatan produk, seperti manik-manik. Aktifitas mereka pun membuat kesemsem tim penilai.

Sementara itu Nunuk Lestari, ketua Tim Penilai mengatakan lansia makin bertambah usia makin sehat karena ditunjang dengan pengetahuan dan aktifitas. Namun masih ada keluarga yang kurang perhatian pada lansia, karena kurangnya pengetahuan. Kualitas hidup lansia dapat meningkat dengan sumber daya yang ada. “Besar harapan kami dengan terpilihnya BKL Melati dapat menginspirasi kelompok BKl-BKL yang lain”, terang Nunuk Lestari.

BKL Melati Karang Tengah

Sejarah berdirinya BKL Karang Tengah berawal dari pertemuan dan perkumpulan lansia yang pada akhirnya, 10 Nopember 1996 menjadi Karang Wreda Melati, dengan jumlah anggota lansia makin meningkat.

Secara kelembagaan kelompok BKL Melati berdiri dengan SK Lurah: 188/01/404.032/2009 tentang BKL Melati. Jumlah anggota BKL Melati ada 65 keluarga lansia, dengan 57 keluarga lansia, 8 keluarga usia subur yang memiliki anggota lansia.

Kegiatan yang dilakukan meliputi pertemuan tiap bulan, tepatnya tanggal 12 dilaksanakan pertemuan lansia di balai kelurahan. Untuk menjaga kesehatan dilakukan senam di hari Minggu dan Jum’at, ada senam diabetes tiap Selasa pagi. Anggota BKL juga senam di halaman Pendopo Wedya Graha dengan senam Borotu, alias Rabu dan Sabtu pagi. Untuk pemeriksaan kesehatan dilakukan rutin tanggal 19 tiap bulan, dan kegiatan latihan simulasi.

Dibidang ekonomi, ketrampilan memasang manik-manik/mote, menjahit pakaian, pembuatan kue, juga dilakukan para lansia BKL Melati. Untuk melestarikan kesenian para lansia latihan kerawitan setiap Rabu dan Sabtu sore di Pendopo Wedya Graha. Ada juga kegiatan Mocopat setiap malam Senin minggu keempat.

Dibidang keagaman para lansia BKL Melati memiliki kelompok pengajian, mereka rutin baca qur'an, yassinan dan latihan merawat jenazah. Kegiatan Hadroh dilaksanakan pada malam Minggu di Mushola An Nur Karang Tengah. Sesekali para lansia juga refreshing ke berbagai lokasi.

Thursday, April 25, 2013

Upacara Peringati Hari Otonomi Daerah


Wakil Bupati Ony Anwar, ST menyampaikan amanat dari Menteri Dalam Negeri ketika menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah (Hotda) ke-17 di Halaman Pendopo Wedya Graha yang diikuti beberapa instansi di lingkungan Pemkab setempat, Kamis (25/4) pagi.
Adapun tema peringatan Hotda tahun ini adalah “Dengan Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kapasitas Pemerintah Daerah Untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat”.
Ony Anwar, ST yang menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, peringatan hari otonomi daerah merupakan media bagi jajaran pemerintah dan pemerintahan daerah untuk merefleksikan serta memperkokoh tanggung jawab dan kesadaran bersama akan amanah, serta memperkokoh tanggung jawab akan kesadaran bersama akan amanah serta tugas untuk memberdayakan prinsip-prinsip otonomi daerah dalam menjadi lebih mandiri.
Dikatakannya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah telah menjadi konsensus pendiri bangsa, karena penyelenggaraan otonomi daerah dan kebijakan desentralisasi di Indonesia disadari merupakan suatu pilihan yang tepat untuk mengelola NKRI yang begitu luas dimana terdapat 34 Provinsi, 409 Kabupaten dan 93 Kota dengan keanekaragaman karakteristiknya.
Menurutnya, Otda mempunyai dua tujuan utama yaitu tujuan demokrasi dan tujuan kesejahtreraan. Tujuan demokrasi memposisikan pemerintahan daerah sebagai instrumen pendidikan politik ditingkat lokal yang secara agregat akan menyumbang terhadap pendidikan politik secara nasional untuk mempercepat terwujudnya masyarakat madani atau civil society.
“Perjalanan mencapai tujuan otonomi daerah masih harus kita teruskan secara tekun, penuh semangat dan berkesinambungan, kita harus makin mampu untuk memanfaatkan berbagai kesempatan dan menjawab setiap tantangan dengan program-program pembangunan yang tepat, cerdas, dan efektif.
Lebih lanjut dikatakan bahwa pemerintah menyadari bahwa belum optimalnya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia juga terkait dengan regulasi yang mengaturnya, sehingga penyempurnaan pengaturan tengah dilakukan seiring dengan dinamika sosial, politik dan ekonomi yang berkembang, penyempurnaan pengaturan tersebut di antaranya terkait dengan pemekaran daerah, kepegawaian, perencanaan, pembagian urusan dan lain-lain.
Menurutnya, pengaturan yang ada sekarang ternyata belum optimal mendorong tumbuhnya profesionalisme, mobilitas pegawai lintas daerah dan antar susunan pemerintahan dan netralitas terhadap kekuatan politik yang ada di daerah.
“Maka penyempurnaan terhadap berbagai pengaturan yang ada dan hal – hal baru memerlukan pengaturan lebih lanjut perlu dilakukan secara cermat agar kualitas otonomi daerah semakin efektif, efisien dan akuntabel,” demikian harapnya.

Monday, April 22, 2013

Kartinian, Korps Korpri Ngawi Kenakan Beskap dan Kebaya

Pemandangan nampak berbeda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi, Selasa (22/04/2013), terlihat semua anggota korps abdi negara memakai pakaian Jawa lengkap. Mereka mengenakan beskap dan kebaya serta batik bercorak lurik. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan hari Kartini tahun 2013.

Berbagai respon muncul dengan pemakain busana Jawa, baik dari karyawan Pemkab maupun dari masyarakat. Terlebih ibu-ibu PNS, karena mereka harus ekstra mempersiapkan penampilannya hari ini. Ada beberapa ibu yang pergi ke salon agar tampil anggun nan menawan. Beberapa diantaranya mengeluh karena terlalu ribet, namun banyak yang senang, karena penampilan seperti ini hanya setahun sekali.

Walaupun menurut ibu-ibu dan bapak-bapak dengan pakaian Jawa mengurangi ruang gerak dalam beraktifitas, namun wajah sumringah tetap terpancar dari anggota koprs korpri. Setidaknya semangat Kartini telah menginspirasi dan menggerakkan mereka untuk melestarikan budaya leluhur. Dan dengan berbusana Jawa diharapkan mampu memaknai dan memberikan semangat untuk meneruskan perjuangan Kartini. Selamat Hari Kartini.

Thursday, April 18, 2013

Usulkan dr Radjiman Wedyodiningrat sebagai Pahlawan, Pemkab Ngawi Gelar Seminar

Gelaran seminar nasional mengusung tema “Sumbangsih KRT dr Radjiman Wedyodiningrat Terhadap Bangsa dan Negara Republik Indonesia” di Gedung Pertemuan Notosuman, Watualang Ngawi, kemarin (17/04/2013 adalah wujud keseriusan Pemkab Ngawi mengusulkan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dr Radjiman Wedyodiningrat sebagai pahlawan Nasional.

Usulan ini sebelumnya juga pernah digaungkan Komunitas Pawitandirogo karena merasa bangga ada tokoh Ngawi yang telah berjasa kepada bangsa dan negara. Dokter Radjiman memiliki andil besar dalam pembentukan dasar negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Hingga kini proses pengusulan terus dilakukan, ditindaklanjuti dan diseriusi,” ujar Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Langkah nyata yang telah dilakukan Pemkab adalah menerbitkan Surat Keputusan Bupati Ngawi Nomor 188/41/44.012/2013 tentang Pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah Ngawi, pada 5 Februari 2013 yang mengusulkan dr Radjiman Wedyodiningrat sebagai pahlawan nasional. Seminar ini merupakan salah satu prasyarat yang harus dilalui dalam upaya pengusulan tersebut.

Hasil seminar tersebut, akan menjadi salah satu sumber acuan tim dalam meneliti dan mengkaji layak atau tidaknya dr Radjiman Wedyodiningrat sebagai pahlawan nasional. Selain itu, seminar nasional ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dr Radjiman Wedyodiningrat kepada generasi muda yang belum mengenal sosok beliau, terlebih kaum muda Ngawi.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Jawa Timur Mas Agoes Nirbito mengatakan usulan masyarakat dan basil penelitian serta pengkajian yang dilakukan tim yang telah dibentuk berdasarkan SK Bupati Ngawi, nantinya akan disusun untuk dilaporkan ke Provinsi Jawa Timur, diteruskan ke Kementerian Sosial dan kemudian ke Dewan Gelar. “Di Jatim masih ada 20 orang sedangkan Jateng sudah lebih dari 25 orang” ungkapnya.

Menurut dia, tidak mudah seorang tokoh mendapat gelar pahlawan nasional. Terdapat persyaratan umum, khusus dan administrasi yang harus diurus. Di antaranya, persyaratan umum gelar pahlawan nasional sesuai UU Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa, Tanda Kehormatan dan PP Nomor 35 tahun 2010, di antaranya WNI, berjuang, integritas, serta beijasa kepada bangsa dan negara.

Monday, April 8, 2013

Dari Rapat Koordinasi Jalan Tol

Bupati : ”Saya berharap kita mendengar, melihat, mempelajari secara detail rancangan-rancangan dari titik ke titik yang melewati wilayah”



Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Ngawi terhadap Pembangunan  Jalan Tol Trans Jawa, Bupati Ngawi,  Budi Sulistyono secara langsung memimpin Rapat Koordinasi Jalan Tol bertempat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi. Rapat diikuti oleh para perangkat desa yang wilayahnya terkena jalan tol, sehingga nantinya tidak ada komplain setelah jalan tol tersebut dibangun. Tetapi ada satu nilai yang harus di mengerti betul oleh desainer-desainer jalan tol yaitu tentang sosial kemasyarakatan jangan sampai hilang dengan adanya pembangunan jalan tol yang bermanfaat ini. ”Saya berharap kita mendengar, melihat, mempelajari secara detail rancangan-rancangan dari titik ke titik yang melewati wilayah kita”, ajak Bupati mengawali sambutannya.

Dalam rapat dibeberkan sampai dengan disain mikro, “Kabupaten lain belum sampai disini, tetapi kita sudah dibukakan secara gamblang, mudah dimengerti oleh masyarakat Ngawi, kepala desa, sehingga manfaaatnya akan lebih nyata”. Komentar Bupati atas presentasi dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Agus Satrio.

Dalam presentasinya Agus Satrio juga menyampaikan, satu hal yang jarang terungkap mengapa pemerintah ingin membangun jalan tol tersebut? kalau kita lihat dari sisi sejarah mengapa pulau Jawa lebih maju dari pulau Kalimantan, Sumatra dan pulau lainnya, karena Belanda dulu sudah membangun jalan tol dari Anyer sampai Banyuwangi (Panarukan yang lebih dikenal dengan jalan Deandless – red) sementara pulau lain tidak ada jaringan jalan yang seperti itu. Oleh karena itu, kita ingin mengulangi kesuksesan pada jaman tersebut, kenapa harus jalan tol, karena secara filosofisnya jalan tol itu di bangun tidak menggunakan APBD maupun APBN, melainkan 70% di biayai oleh konsorsium Perbankan Indonesia jadi satu dan 30% dari pengusaha jalan tol itu sendiri.

Kalau saya bilang lanjut Agus Satrio jalan tol itu merupakan aset negara yang sesungguhnya, karena apa karena tidak membebani anggaran belanja negara baik saat membangun ataupun masa konsesi 35 tahun. Ada pepatah mengatakan rumahmu asetmu itu tidak benar,  rumah dikatakan aset jika rumah tersebut tidak membebani kita melainkan bisa memambah pendapatan kita. maka uang pajak yang seharusnya untuk perbaikan bisa di alihkan untuk kepentingan lain pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

Jadi jika pemerintah membangun bukan jalan tol, makin panjang jalan tersebut makin berat anggaran pemeliharaanya tiap tahun, tetapi kalau kita membangun jalan tol berbeda makin panjang makin ringan. semoga kabupaten Ngawi menjadi kabupaten yang gemah ripah loh jinawi, apabila kita mengerti akan sejarah maka, generasi muda kita tidak akan menjual bangsa dan tanah airnya sendiri, selama ini kita sudah belajar sejarah tetapi yang belum adalah belajar dari sejarah. Terakhir Negara itu kaya apabila uang masuknya banyak ketimbang pengeluaranya.

Antisipasi Dampak Negatif

Walaupun banyak dampak positif dari pembangunan jalan tol namun demikian ada pula dampak negative yang muncul, salah satunya adalah restoran-restoran, tempat penjualan souvenir yang menjadi ciri khas ngawi akan mengalami penurunan jumlah pengunjung. Mengantisipasi dampak tersebut pemerintah kabupaten Ngawi tidaklah berpangku tangan, beberapa konsep antisipasi telah disusun dengan harapan mampu meminimalisir bahkan menjadikan dampak positif.
yang pertama yang diupayakan Pemerintah Daerah adalah mengintervensi disain jalan tol sehingga terdapat rest area di wilayah Kabupaten Ngawi, Rest Area ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi para pengusaha kuliner untuk membuka usaha di area tersebut, kemudian dapat menjadi ruang pamer berbagai produk-produk unggulan dan obyek wisata di kabupaten Ngawi, sehingga para pengguna jalan tol tertarik untuk singgah di Kabupaten Ngawi.

Yang kedua, Perlunya pembicaraan tentang bagi hasil jalan tol bagi Kabupaten yang dilalui. “bahwa kita ini bukan hanya jadi penonton dalam pembangunan ini, adakalanya kita diberikan bagian, seperti airport itu ada airtport tax untuk daerah, tidak ada salahnya kalau dari sini ada 5 atau 10% untuk pendapatan daerah”, tegas Bupati.
Dan yang terakhir, mengenai kontrak kerja dengan pengembang yang akan memberikan suplay material berupa pasir uruk, tanah, batu, hal ini penting karena harus ada yang bertanggungjawab atas rusaknya jalan-jalan yang ada kabupaten ngawi akibat muatan-muatan yang berlebihan.

Masih ada banyak lagi kiat – kiat yang akan digeber oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi agar pembangunan jalan tol ini memberikan manfaat sebanyak – banyaknya bagi masyarakat Kabupaten Ngawi (*)

Distribusi Raskin 2013 ADA UANG ADA BARANG


“Ada uang ada barang”, Tegas Bupati Ngawi Budi Sulistyono berkenaan dengan distibusi raskin tahun 2013. Hal senada juga disampaikan perwakilan Bulog Divre II, hal ini mengaju pada  Peraturan Menkokesra tentang bulog mengatakan bahwa pendistribusian akan dilakukan jika sudah dibayar lunas beras raskinnya, selain itu warga masyarakat berhak menyeleksi kualitas beras yang didistribusikan. Jika mendapati kondisi beras yang tidak baik warga berhak meminta pihak bulog untuk mengganti dengan beras kualitas yang baik. “Bulog akan menjamin pendistribusian dan kualitas beras yang baik”, lanjutnya.

Hal ini disampaikan saat sosialisasi distribusi Raskin yang digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi dengan menggandeng pihak Bulog dan Seluruh Kecamatan se-Kabupaten Ngawi. Sosialisasi dimaksudkan guna  meminimalkan penyelewengan distribusi Beras Miskin (Raskin) di Aula Kecamatan Pitu, Senin (21/1), dari sosialisasi ini diharapkan tim pembagian yang berada di lapangan tidak ketakutan dalam menjalankan tugasnya membagi raskin sesuai data dari Perangkat setempat.

Sebagaimana diketahui distribusi beras yang ditujukan untuk masyarakat miskin untuk mengurangi beban pengeluaran RTSM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan bahan pokok, utamanya pangan dalam bentuk beras pada tahun – tahun sebelumnya banyak terdapat kendala terutama dalam pelunasan pembayaran.
Bupati mengatakan bahwa sistem pendistribusiannya harus dirubah dan ini harus segera disosialisasikan ke seluruh Kecamatan se-Kabupaten Ngawi. Camat harus bekerjasama dengan lurah, kepala desa, kasun, dan RT. “Harus segera mensosialisasikan dan data warga yang berhak mendapatkannya,  sehingga dapat disalurkan dengan merata”, lanjutnya. “Jangan ada penyelewengan uang raskin untuk kepentingan pribadi atau untuk aparat pemerintah”, Tegas Bupati. (*)

Cetak Enterpreneur, Bupati Pacu SMK

Hapus Mimpi Jadi PNS

Dukungan Bupati untuk kemajuan dan kualitas Sumber Daya Manusia utamanya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak tanggung – tanggung, support total bagi sekolah yang mau mendirikan laboratorium perbengkelan. Bupati juga tak segan untuk menggelontorkan dana untuk pembangunan tersebut. Kebijakan Bupati ini diharapkan para siswa nantinya dapat menciptakan lapangan kerja secara mandiri atau menjadi seoran enterpreaneur dan setelah lulus tidak kebingungan untuk mencari kerja atau hanya sekedar mengharap dan bermimpi untuk menjadi Seorang Pegawai Negeri Sipil(PNS) yang kesempatannya sangat kecil dibanding kesempatan membuka usaha sendiri sesuai dengan keahlian yang dimiliki yang didapat di bangku sekolah.


Perkembangan dunia pendidikan di Ngawi cukup membanggakan. Prestasi anak didik baik dari tingkat SD hingga SMA/SMK/MA tak bisa diremehkan begitu saja bila dibandingkan dengan daerah lain. Demi terus mendorong keberhasilan pendidikan Bupati Ngawi bersama Sekda dan masyarakat pendidikan lainnya memulai pembangunan tiga ruang kelas baru dengan melakukan peletakan batu pertama di SMK N 1 kecamatan Kendal, Senin (11/02/2013).

SMK 1 Kendal yang terletak dilereng Gunung Lawu ini diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan pada anak-anak kecamatan Kendal dan sekitarnya. Harapannya  adalah mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kemandirian dan jiwa kewirausahaan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan bagi diri sendiri dan masyarakat.

Untuk menjawab tantangan kemadirian siswa di masa depan serta menghasil entrepreneur muda, Bupati Ngawi menekankan kepada SMKN 1 Kendal untuk membuka jurusan/program studi yang menjawab permasalahan masyarakat, seperti jurusan kendaraan ringan, yakni siswa dididik dan dibekali kemampuan untuk mengasai ilmu perbengkelan sepeda motor dan mobil. Karena dewasa ini pertumbuhan pemakai sepada motor dan mobil cukup pesat dan pasti butuh perawatan. Dan ini pasti akan menjadi peluang yang menjanjikan.

Untuk menghasilkan lulusan yang berkualiatan pada jurusan kendaraan ringan Bupati mengharapkan SMKN 1 Kendal bekerjasama dengan bengkel-bengkel seperti Ahass, Auto 2000, Mitsubishi, Daihatsu, beberapa pemegang merek kendaraan ternama di Indonesia. Selain itu diharapkan kurikulum yang diajarkan disesuaikan dengan bengkel beberapa pemegang merek kendaraan tersebut.  Hal ini bukan tanpa alasan, dengan kurikulum yang sesuai maka setelah lulus nanti, para siswa dapat dengan cepat beradaptasi dengan dunia kerja dan kalaupun langsung berwirausaha, mereka sudah benar-benar memiliki kemampuan yang kredibel.

Diakhir sambutan Bupati Ngawi berjanji akan memberikan bantuan pavingisasi jalan menuju SMKN 1 Kendal. Namun untuk pengerjaan diharapkan masyarakat dan pihak sekolah bekerjasama. Mudah-mudahan dengan jalan yang bagus mampu meningkatkan semangat siswa untuk belajar dan berkarya mewarnai Ngawi. (*)

Sekda : “Perlu Adanya Sindikasi 3 Pilar Penyelenggara Pemerintahan”


Dalam menjalankan suatu pemerintahan, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, perlu adanya sindikasi 3 Pilar Penyelenggara Pemerintahan yaitu Pemerintah, Masyarakat dan Swasta.”Di Ngawi yang bertindak sebagai swasta, salah satu diantaranya teman-teman pers”, Ungkap Sekda Siswanto. Mari kita bersama-sama menggali semua potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat ajak Sekda saat memberikan sambutan pada Acara Peringatan Hari Pers Nasional ke 67 yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2013, kegiatan ini diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Ngawi.

Sesuai amanah UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik bahwa memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk menyelenggarakan negara yang baik. “Pemerintah daerah berupaya memberikan keterbukaan informasi dalam rangka menyongsong pemebangunan potensi daerah yang lebih baik”, tegas Sekda.

Dalam peringatan yang bertema “Pers Bermutu Bangsa Maju”, PWN mengikrarkan bahwa Pers Ngawi berusaha  menyajikan berita-berita yang akurat dan bertanggung jawab, karena dampak dari penyajian tulisan yang bermutu melalui semua lini media sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan Masyarakat dan Negara. “Momentum ini bagi PWN, untuk terus berbenah serta berusaha membentuk jati diri yang elegan, profesional, serta menghindari hal-hal yang bersifat premanisme, pemaksaan kehendak. sehingga nantinya bisa diterima di dalam masyarakat”, Ungkap Ketua Umum PWN, Kismiyanto. PWN siap menjadi mitra pemerintah untuk mewujudkan Ngawi yang ramah, Ngawi yang hijau, Ngawi yang maju, serta Ngawi yang indah dan berbudaya,” pungkas Kismianto.

Workshop Bahasa Jawa
Berkaitan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang ke-67 ini, Persatuan Wartawan Ngawi (PWN) menggelar kegiatan Work Shop bagi Guru - guru Bahasa Jawa   di tempat yang sama dengan menghadirkan pakar sastra sekaligus budayawan Jawa Drs.Amir Mahmud,M.pd kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Drs.Sunarko Budiman,Mk.Pd ketua sanggar Triwida Jawa Timur dan Dahono sastrawan dari Ngawi. (*)

Malam Perpisahan Mas Agoes Nirbito


“Menduduki kursi Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi selama 7 (tujuh) tahun adalah prestasi tersendiri”, Ungkap Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mas Agoes Nirbito MW, SH., M.Si. saat memberikan sambutan pada acara pisah kenal Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi. Beragam halangan dan rintangan telah dia lalui dan merupakan makanan empuk baginya. Namun seabrek prestasi juga ditorehkan untuk bumi orek-orek Ngawi Ramah, pejabat yang sudah mengabdi di Kabupaten Ngawi selama 27 tahun.

Jumat (1/2/2013) merupakan hari bersejarah bagi mantan Kepala Badan Pengawas, tepat dihari itu beliau mendapat hadiah untuk berkarir dilingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur. Beliau mendapatkan tugas baru sebagai  staf ahli Gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM. Sedangkan posisi Sekda Kab. Ngawi diduduki oleh Drs. Siswanto, MM., yang sebelumnya menjabat staf ahli Gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM Propinsi Jawa Timur. Pelantikan keduanya dilakukan langsung oleh Gubernur Jatim Soekarwo, di Gedung Binaloka Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Surabaya. “Sebenarnya dengan jabatan yang baru sebagai staf ahli Gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM adalah sebuah hadiah”, ungkap Mas Agoes Nirbito. Karena sebenarnya Mantan Camat Pitu akan purna bhakti bulan oktober ini otomatis mendapatkan perpanjangan usia pensiun.

Sementara itu Bupati Ngawi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mas Agoes atas pengabdiannya selama ini di Pemkab Ngawi. “Banyak dinamika yang dilalui selama lebih kurang 12 tahun bekerjasama dengan pak Agoes semenjak saya menjabat Wakil Bupati kemudian dilanjutkan dengan jabatan Bupati”, ungkap Bupati. “Semua itu dilalui untuk menuju Ngawi yang lebih baik”, lanjutnya. Mengenai penggantian ini menurut Bupati semata bagian dari penyegaran.

Sementara itu Srs. Siswanto, MM., menyatakan bahwa kehadirannya di Kabupaten Ngawi merupakan tatangan baru bagi karir mantan Kepala BPBD Propinsi Jawa Timur. Banyak program yang sangat bagus yang telah dicanangkan oleh Bupati, ini yang harus dikawal untuk dilaksanakan selama menjabat sebagai sekda. “Saya sempat dua hari nggak bias tidur memikirkan implementasi program – program Bupati”, kelakar Siswanto saat memberikan Sambutan. Namun demikian dia yakin mampu bekerjasama dengan seluruh komponen Kabupaten Ngawi. Target yang paling dekat adalah mewujudkan Ngawi pada tahun 2013 ini sebagai Tahun Prestasi dan kemudian pada tahun 2014 mewujudkan Ngawi yang Spektakuler.  (*)

Gubernur Ambil Sumpah dan Janji Sekda Ngawi

Gubernur : Birokrasi punya mazab tersendiri hirarki normatif yang tidak bisa di ganggu gugat sesuai aturan struktural dan Bupati sebagai pimpinan Sekretaris Daerah, tugas Sekda adalah meringankan beban Bupati, Wakil bupati apabila menambah berat berarti gagal jadi Sekda


Bertempat di Ruang Rapat Bina Loka Adhikara Surabaya, Rabu (1/02) Gubernur Jawa Timur,  Soekarwo mengambil sumpah dan janji saat melantik Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi yang baru, Siswanto menggantikan Mas Agoes Nirbito, MW.

Dalam sambutanya, Gubernur Jatim,  menyampaikan bahwa, Gubernur sebagai wakil dari pemerintah pusat mempunyai kewenangan untuk menata eselon II di Provinsi Jawa Timur baik yang ada di Kabupaten, Kota maupun Provinsi, sesuai dengan PP nomor 19 tahun 2010 yang kemudian diperbaharui dengan PP Nomor 23 tahun 2011.

“Selamat datang Mas Agoes yang akan memulai tugas barunya sebagi Staf Ahli Gubernur. “Ini kehidupan lama tetapi baru untuk beliau yang sudah mengerti banyak tentang Birokrasi Jatim,” Kata Gubernur Jatim. Sedangkan fungsi Staf Ahli adalah bersama-sama dengan Sekda membuat formula inovasi yang akan dikembangkan oleh suatu daerah.

Untuk Pak Sis, sebagai Orang baru di Kabupaten Ngawi, Birokrasi punya mazab tersendiri, hirarki normatif yang tidak bisa diganggu gugat sesuai aturan struktural dan Bupati sebagai pimpinan Sekda. “Tugas Sekda adalah meringankan beban Bupati dan Wabup apabila menambah berat berarti gagal jadi Sekda”, Tegas Soekarwo.

“Saya ingin menekankan peranan Sekda sebagai administrator adalah mengorek, mengumpulkan semua data dan asistennya yang mengolahnya. Oleh karena itu, asisten butuh staf, komputer untuk mengerjakan itu semua”, terang Soekarwo

Orang nomor satu di Jatim menambahkan, permasalahan yang paling sulit dihadapi adalah sosial budaya, terutamanya orang miskin yang mempunyai kebiasaan yang sulit dirubah atau hanya percaya kepada takdir. inilah yang menjadi tugas besar staf ahli bersama semua Aparatur Pemerintahan untuk sering mereka-reka,  berinovasi, berandai-andai guna merubah pemikiran-pemikiran tersebut.

Semua pekerjaan yang kita lakukan mempunyai satu tujuan yaitu membangun masyarakat serta meningkatkan pelayanan publik. Karena tugas pokok birokrasi itu di ukur dari pelayanan publik, yang dinamakan birokrasi itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pelayanan publik itu merupakan kunci, apabila pelayanan publiknya kurang bagus maka kesejahteraan masyarakat itu di dapat dari dirinya sendiri bukan karena pelayanan publik bahkan sebaliknya.

Pada kesempatan tersebut Pakde Karwo panggilan akrab Gubernur mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa salah satu pekerjaan besar di tahun 2013-2014 adalah membantu petani kita yang kesulitan modal setelah panen. “Harus ada uang mengalir untuk biaya produksi agar utangnya para petani tidak numpuk”' terang Gubernur. Inilah pekerjaan kita, linear program pada saat petani on farm pada saat panen mari bersama-sama itu kita kerjakan untuk mencasi solusi guna menyelesaikan permasalahan tersebut. “Kalau permasalah itu tidak diselesaikan, dia akan seperti jantung yang mengeras dia tidak akan naik”, Pungkas Pakde (*)